Rabu, 21 September 2016

Power Pumping!

Proyek baru lagi nih.. namanya power pumping, dan lagi-lagi dapet dari Pinterest! Hahahaiii....

Buat saya menyusui itu bukan hal yang mudah. Banyak harga yang harus dibayar. Dari puting lecet-lecet, bangun tengah malam karena baby Ve lapar sampai rutin pumping supaya punya cukup stok ketika sudah kembali masuk kantor. Iya, semuanya perjuangan.

Saya selalu bangun sebelum jam 5 pagi untuk mendapatkan 2 botol ASI perah (ASIP) dan hal ini masih berlangsung sampai sekarang di usia baby Ve yang 8,5 bulan. tapi sekarang kalau bisa dapat 2 botol di pagi hari buat saya itu WOW banget. Sekarang rata-rata hanya dapat 1-1,5 botol saja. Dan itu pun saya sangat bersyukur.

Di kantor pun tantangan tersendiri. Saya harus bisa curi-curi mengatur waktu sedemikian rupa supaya pasokan ASIP baby Ve selama saya bekerja tetap terpenuhi. Pada awal kembali bekerja saya bisa mendapatkan 3,5 botol per hari bahkan saya sempat mendonorkan ASIP saya untuk anak teman kantor saya selama sekitar 2 bulan. Namun sejak sekitar 2 bulan yang lalu sedikit demi sedikit hasil perahan saya menurun. 2 minggu terakhir ini paling banyak saya hanya mendapat 2,5 botol per hari.

Aaah... sedih rasanya... mulai galau. Tapi ya memang ini akibat kesalahan sendiri, jadwal pumping saya di kantor kurang teratur. Tergantung ketersediaan waktu dan load pekerjaan. Selain itu, baby Ve sempat bingung puting, gadis kecil itu lebih memilih ngenyot jempol dari pada menyusu langsung pada saya. Sediiiiih....!!!

Power Pumping 3x sehari selama 3 hari
Jadi waktu kemarin (lagi-lagi) tidak sengaja lihat gambar cara meningkatkan pasokan ASIP, saya pun langsung bertekad mencoba metode power pumping ini. Metode ini sebenernya sudah beberapa kali saya dengar, tapi entah mengapa saya tidak pernah berpikir untuk mencari tau lebih lanjut. Akhirnya pertemuan tak sengaja dengan cara melakuan metode ini membawa saya untuk mempraktikannya.

Menurut theasianparent.com, power pumping adalah cara memompa ASI yang meniru frekuensi menyusu pada bayi yang sedang mengalami growth spurt.

Growth spurt adalah saat-saat di mana bayi membutuhkan ASI ataupun susu formula lebih banyak daripada biasanya, karena sedang dalam masa pertumbuhan yang pesat.

Pada saat-saat itu, bayi akan menyusu lebih sering, lebih lama, dengan hisapan lebih kuat sehingga hormon prolaktin memerintahkan otak untuk memproduksi ASI lebih banyak.


Caranya seperti berikut:
  • 20 menit pumping
  • 10 menit istirahat
  • 10 menit pumping
  • 10 menit istirahat
  • 10 menit pumping
  • Selesai

Apa itu Power Pumping
Nah yang beda-beda itu frekuensinya, ada yang bilang 2-3 kali sehari, ada yang bilang 1 kali sehari. Tapi tanpa mengurangi jadwal pumping harian dan dilakukan secara rutin ya.. Hasilnya bervariasi pada setiap orang. Ada yang sudah merasakan hasilnya sejak 48 jam setelah pertama kali melakukan power pumping, ada pula yang baru erasakannya setelah melakukan power pumping selama 1 minggu.
Kalau saya sih mau coba yang 2-3 kali sehari.

Tadi (tengah) malam saya sudah coba power pumping yang pertama. Hasilnya pada sesi terakhir ada ASI yang mengucur lagi, Let Down Reflect (LDR) pada kedua payudara, dan jumlah totalnya cukup banyak sekitar 40 ml. Cukup membuat senyum lebar yahh...

Jam makan siang tadi saya juga sudah melakukannya lagi, hasilnya sama ada LDR tapi hanya pada payudara kanan payudara kiri tidak sampai LDR walaupun ada ASI yang keluar. Total hasil perahan sesi siang bertambah sekitar 30 ml.

Baiklah kita teruskan sampai 2-3 hari ke depan. Semoga hasilnya memuaskan. Amiiiiin!


Perbedaan Power Pumping untuk dual pump dan single pump

Jumat, 16 September 2016

Mencoba Baby Sign Language (Bahasa Isyarat Bayi)

Hai hai....

Umur baby Ve sudah 8 (delapan) bulan nih dan mamanya ini pengen coba ngajarin baby Ve Baby Sign Language (BSL)

Mungkin para mommy di Indonesia belum familiar yah dengan BSL, ya sama kok saya juga baru tau soal BSL ini. Jadi kemaren-kemaren itu sebenernya lagi liat-liat model dress di Pinterest soalnya Aunty Petty mau nikah bulan Oktober 2016 nanti trus Mommy Ve dikasih bahan buat seragam. Yaaa langsung dong semangat '45 cari model dress yang kece biar pengantennya kalah.. Hahahhaaa... ya gak mungkin kan yah...

Yaoloooooh ngelantur deh sayah... Ehem... Iya, jadi waktu lagi liat-liat model dress di Pinterest, tanpa sengaja saya liat gambar tentang BSL, begitu saya klik gambarnya muncul deh link gambar-gambar lain tentang BSL ini. Karena penasaran, akhirnya saya mulai brosing-brosing soal BSL dan memutuskan untuk memulai proyek BSL buat Baby Ve.

BSL merupakan sarana komunikasi antara orang tua (dan orang-orang disekitar bayi) dengan bayi sebelum bayi dapat berkomunikasi secara verbal. Jadi sel-sel otot bayi berkembang lebih dahulu dibandingkan dengan sel-sel syaraf di lidahnya. Inilah yang menyebabkan bayi dapat menggunakan tangan untuk berkomunikasi dengan orang tua dan lingkungannya.

Kenapa diputuskan dalam waktu singkat? Soalnya pas-pasan banget, katanya BSL bisa dimulai waktu bayi berusia 8 bulan daaaann usia Baby Ve kan emang pas banget yah 8 bulan. Tapi kita ga bisa berharap hasilnya akan instan langsung bisa gitu. Ada kalanya hasilnya baru bisa dilihat setelah 2 (dua) bulan, tapi katanya manfaatnya banyaaaak... Apa saja manfaatnya????
BSL Basic Chart 1

Buat Anak:
  1. Anak yang menguasai dua bahasa (bilingual) memiliki daya ingat yang lebih baik daripada anak yang menguasai satu bahasa. Selain itu juga mengarahkan bayi untuk melakukan perencanaan, penyelesaian masalah dan hal lain yang membutuhkan pemikiran.
  2. Mengurangi frustasi dan tantrum (kemarahan). Bayi belum dapat berbicara sehingga tangisan menjadi satu-satunya alat komunikasi mereka saat menginginkan atau membutuhkan sesuatu.
  3. Penelitian menunjukkan, anak yang belajar bahasa isyarat memiliki kalimat dan kosa kata yang lebih banyak pada usia 2 tahun. Area otak yang berfungsi untuk memahami arti dan simbol terstimuli dengan penggunaan bahasa isyarat sehingga anak lebih mudah mempelajari kata-kata baru, mempelajari ejaan dan meningkatkan kemampuan membaca.
  4. Rata-rata IQ anak yang mempelajari bahasa isyarat lebih tinggi 12 poin. Mereka lebih mampu memperhatikan dan menyimpan informasi


BSL Basic Chart 2
Buat orang tua:
  1. Stress berkurang.
  2. Memiliki hubungan (koneksi) yang lebih dalam dengan anak.
  3. Lebih mudah memberikan respon yang tepat ketika anak merasa kesal.
Biasanya untuk tahap awal disarankan untuk mengajarkan 3-5 kata yang paling sering digunakan. Tapiiiii.... kayaknya saya punya lebih dari 5 kata yang perlu diajarkan secara bersamaan deh: Mama, Papa, Uti, Akung & Opa, Susu, Makan, Lagi dan sudah selesai. Hmm... kata-kata itu kayaknya ga bisa dikurangin deh.

Proyek ini sudah saya mulai dari hari Rabu, 14 September 2016. Tapi ya itu, baru saya aja yang ngelakuin, orang-orang rumah walau sudah saya ajak masih belom mulai... Masih ngerasa aneh kali yah. Semoga aja niat baik ini bisa tereksekusi dengan baik.

Enak kan kalo anak kita ga dikit-dikit nangis hahahaaa.... Good luck for me!

Selasa, 16 Agustus 2016

Biaya Persalinan di RSIA Restu Kasih 2016

Tanggal 11 Agustus 2016 kemarin istri dari kakak saya melahirkan di RSIA Restu Kasih secara caesar menggunakan fasilitas BPJS kesehatan. Ga keluar biaya apapun alias gratis. Cerita lengkapnya menyusul yaaa....

Jadi sambil nunggu2 saya ambil kesempatan nanya biaya persalinan terbaru. Menurut saya kenaikannya cukup wow dibandingkan tahun 2015 yang saya share di sini.
Nanti saya bikinin tabelnya, tapi sekarang saya kasih fotonya dulu aja ya...
Perkiraan biaya ini hanya untuk ibu. Kalau bayi sehat biayanya antara 1-3 juta, kalau ada masalah akan lebih mahal.

Untuk biaya USG 4D nya juga lumayan besar kenaikannya. Biaya tahun ini Rp. 580.000,-, untuk pasien baru akan dikenakan tambahan biaya pembuatan kartu sebesar Rp 15.000,-

Pendapat saya tentang rumah sakit ini:
1. Agak sempit ya... bentuknya memanjang seperti ruko dan proses renovasi masih berlangsung jadi ya agak kurang nyaman kalau saya
2. Toiletnya kurang bersih. Petugas kebersihannya kurang sering membersihkan toilet sehingga toilet yang seharusnya toilet kering jadi agak basah. Sampah tissu juga sering kali melebihi kapasitas tempat sampah. Dan toiletnya hanya ada 2 bilik untuk 1 lantai dan tidak dibedakan lelaki dan perempuan.
3. Aturan kunjungan cukup ketat. Baby Ve yg berusia 7 bulan tidak boleh masuk ruang perawatan. Jadinya harus gantian deh nengokinnya sama uti...
Itu dulu ya... saya agak pusing mengetik di dalam bus.. 

Senin, 11 Juli 2016

Biaya Persalinan di RSIA Restu Kasih 2015

Berhubung sampai sekarang saya masih belum sempat mampir ke RSIA Restu Kasih untuk tanya-tanya update biaya persalinan/melahirkan tahun 2016, jadi untuk sementara, sama seperti RS Hermina Jatinegara, saya buatkan tabel biaya melahirkan tahun 2015 yang sumbernya dari forum ibu-ibu hamil.

Tabel Biaya Persalinan
RSIA Restu Kasih-Cililitan
Tahun 2015






Kelas Perawatan Normal Caesar

VIP 9.000.000 21.000.000

Kelas I 7.000.000 16.000.000

Kelas II 6.000.000 13.000.000

Kelas III 5.000.000 10.000.000





Notes



* Biaya tersebut belum termasuk biaya pendaftaran obat dll., baru biaya tindakan dan kamar saja
* RSIA ini baru direnovasi sehingga fasilitas masih bagus
* Paket Rujukan Bidan untuk Caesar kelas 3 biayanyaRp. 8.000.000,-
* Biaya USG 4D tahun 2015 hanya Rp. 390.000,-






Sumbernya ada di sini

Akhirnya saya kesampaian juga ke RSIA Restu Kasih tanggal 10 Agustus 2016 yang lalu, informasi biaya melahirkan/persalinan terbaru bisa dibaca disini

Biaya Persalinan di RS Hermina Jatinegara 2015

Kalau informasi soal biaya persalinan/melahirkan di RS Hermina Jatinegara tahun 2015 ini saya dapat dari salah satu forum ibu-ibu hamil. Supaya lebih enak dilihat, saya buatkan dalam bentuk tabel.

Tabel Biaya Persalinan
RS Hermina Jatinegara
Tahun 2015







Kelas Perawatan Normal (3 Hari) ILA (4 Hari) SC (5 hari)

Suite Room 20.282.750 26.152.600 35.263.500

SVIP 16.953.750 22.138.300 30.635.100

VIP 15.493.750 20.176.550 28.284.100

Kelas I 11.104.750 14.716.850 22.913.900

Kelas II 8.400.500 11.357.400 18.377.600

Kelas III 6.288.000 8.408.250 13.814.800






Notes




Biaya tersebut belum termasuk :
1 Biaya administrasi 7 % dari total kuitansi
2 Tarif jasa medis visit dokter
3 Tarif pemeriksaan lab dan penunjang medis lainnya
4 Obat-obatan









 

Sumber data ada di sini

Senin, 27 Juni 2016

Tentang Rumah Vaksinasi Cibubur

Berikut adalah informasi mengenai RV Cibubur yang saya rangkum dari blog RV Cibubur (per 5 April 2013 yang saya update per 27 Juni 2016):

Lokasi RV Cibubur sudah pindah dari samping Apotik Budi Lestari, masih di Jl. Kelapa Dua Wetan, tapi di samping lapangan parkir/basket kompleks perumahan Indokisar seperti di foto ini:
Peta Menuju Rumah Vaksinasi Cibubur

Buka setiap hari (7 hari seminggu) dengan jadwal:
          Senin-Jumat: 17.00-20.00 WIB
          Sabtu           : 08.00-12.00 WIB
          Minggu       : 08.00-11.00 WIB

Selama Ramadhan (tahun 2016), RV Cibubur hanya praktek pagi:
          Senin-Sabtu: 09.00-12.00
          Kamis: TUTUP
          Minggu: 09.00-11.00

Kontak dan pendaftaran ke RV Cibubur dapat dilakukan ke nomor 0813-8170-3070 untuk telepon, SMS, WhatsApp dan Line, sedangkan untuk pin BBM 271F736A. Walaupun bisa datang langsung, RV Cibubur lebih suka kalau kita melakukan pendaftaran terlebih dahulu supaya ketersediaan vaksin bisa dikonfirmasi. Format pendaftaran dapat dilakukan dengan format:
          NAMAspasiUMURspasiALAMATspasiVAKSINYANGDIPESAN

Saya sudah melakukan kontak melalui WhatsApp dan responnya cepat. Untuk konfirmasi ketersediaan vaksin dilakukan H-1.


Informasi terupdate mengenai RV Cibubur juga bisa diperoleh melalui twitter dan facebook berikut:
          Twitter: @rvaksincibubur
          Facebook Fanpage: Rumah Vaksinasi Cibubur

Untuk mendapatkan Price List Rumah Vaksinasi Cibubur, kita bisa mengirimkan email kosong ke:
          rvaksincibubur@gmail.com
RV Cibubur akan membalas email anda dengan Price List. 

Saya sudah coba email ke RV Cibubur dan langsung dibalas dengan pemberian Price List RV Cibubur seperti berikut.

Daftar Harga Vaksin RV Cibubur
Untuk teman-teman yang ingin mengetahui lokasi RV lainnya dapat melihat daftar berikut:
Alamat Rumah Vaksinasi

Update per 11 Juli 2016
Bukti Pembayaran RV Cibubur
Kunjungan ke RV Cibubur sudah saya lakukan tanggal 3 Juli 2016. Pelayanannya menyenangkan, pemeriksaannya cukup lengkap dan dr. Febi juga informatif. Perkembangan Baby Ve diperhatikan, saran-saran mengenai MPASI pun diberikan.

Ternyata riset tentang MPASI saya sangat amat kurang. Beruntung saya melakukan vaksinasi PCV 2 di RV Cibubur. Bu dokter memberi PeeR saya untuk browsing mengenai MPASI WHO. Rangkumannya akan saya berikan pada tulisan terpisah ya.

Untuk vaksinasi PCV 2 (Prevenar) Baby Ve, biaya yang saya keluarkan adalah Rp. 782.800,- dengan rincian:
          - Vaksin Prevenar Rp. 750.000,- (HET Rp. 850.000,-) 
          - Biaya Administrasi Rp. 10.000,- (karena pembayaran menggunakan kartu kredit)
          - Fee kartu kredit (3%) Rp. 22.800,-
 Kalau kita membayar secara cash hanya akan dikenakan biaya vaksin.

Vaksinasi berikutnya pasti ke RV Cibubur lagi ^_^

Rabu, 15 Juni 2016

Biaya Melahirkan di BKM St Anna Cijantung 2016

Masih informasi dari kakak saya, biaya melahirkan di Balai Kesehatan Masyarakat (BKM) St Anna, Cijantung adalah Rp. 2.500.000,-

Di St Anna ini hanya ada persalinan secara normal, jika diindikasi harus melahirkan secara Caesar, maka akan diberikan rujukan ke rumah sakit yang dipilih.
Untuk alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi adalah sebagai berikut:
Jl. Raya Bogor Km 24,6
Telp. 021- 8778 0420/840 0139(RB)
Fax. 021- 8778 0420

Biaya Melahirkan di RS Harapan Bunda 2016

Info ini saya dapet dari kakak saya yang istrinya akan melahirkan di bulan Agustus 2016 nanti. Semoga bisa membantu teman-teman yang membutuhkan yaa...

Kelas 1
Persalinan Normal Rp. 7.000.000,-
Persalinan Caesar Rp. 16.000.000,-
Kamar Ibu Rp. 485.000,- per malam
Kamar Bayi Rp. 290.000,- per malam
Visit dokter Spesialis Rp. 175.000,- per visit
Visit dokter konsulen (ga ngerti maksudnya apa) Rp. 350.000,- per visit
Uang muka Rp. 4.000.000,- + biaya persalinan

Kelas2
Persalinan Normal Rp. 5.100.000,-
Persalinan Caesar Rp. 13.500.000,-
Kamar Ibu Rp. 360.000,- per malam
Kamar Bayi Rp. 200.000,- per malam
Visit dokter Spesialis Rp. 150.000,- per visit
Visit dokter konsulen (ga ngerti maksudnya apa) Rp. 300.000,- per visit
Uang muka Rp. 3.000.000,- + biaya persalinan

Demam, Batuk dan Pilek pada Bayi

Hari ini saya jalan-jalan ke web BidanKita, baca-baca tulisan tentang Batuk dan Pilek pada Bayi disini dan soal Demam pada Anak disini kedua tulisan itu menjelaskan dengan lengkap soal apa itu demam, batuk dan pilek beserta cara menanganinya. Versi lengkap dari hasil browsing saya selama ini. Tapi kalo buibu butuh pengalaman pribadi dalam menangani bayi yang demam, batuk dan pilek, buibu bisa buka link ini.          

Kalo pengalaman saya waktu Baby Ve demam, batuk dan pilek kemarin sih, yang suka bikin panik itu justru orang dewasa disekitar kita, kalo kasus saya ya Papanya Ve. Karena Ve sudah demam 5 hari akhirnya Papa Ve panik dan berangkatlah kita ke bidan. Soalnya sudah malam, kalo ke rumah sakit pun pasti sampe sana, pendaftarannya sudah tutup.

Setelah Bu Bidan periksa ini-itu, akhirnya Ve dikasih obat batuk, pilek dan flu dalam 1 sirup dan ditambah antibiotik karena demamnya sudah 5 hari. Di tempat bu Bidan sih saya iya, iya saja. Tapi begitu sampe rumah, saya langsung bilang ke suami dan Utinya Ve, saya gamau Ve minum antibiotik. Utinya sih terserah sama saya, tapi Papanya masih sempet kekeuh buat ngikutin saran bu bidan.

Karena saya ga sreg, saya kirim WhatsApp ke DSA (Dokter Spesialis Anak) nya Ve, menanyakan apakah perlu diberikan obat untuk demam, batuk dan pileknya Ve. Bu dokter jawab boleh. Berarti ga harus dong. Trus saya minta rekomendasi obat untuk batuk dan pileknya Ve, dikasih rekomendasi mucopect dan rhinos.

Akhirnya kami memberikan obat demam, batuk dan pilek dari bu bidan tanpa antibiotik agar Ve dan Papanya merasa lebih nyaman. Namun saya berjanji dalam hati, jika Ve mengalami demam, batuk dan pilek di kemudian hari, saya akan memberikan home treatment (HT) sebelum (terpaksa) memberikan obat. Kalaupun harus memberikan obat, maksimal parasetamol saja.

Oh iya, buat buibu yang baru punya bayi, pemberian parasetamol (dan obat-obatan lain) pada bayi dan anak yang benar itu bukan berdasarkan usia lho ya, tapi berdasarkan berat badan. Untuk cara menghitungnya bisa dilihat disini.

Semoga tulisan ini membantu ya...

Rabu, 08 Juni 2016

Rambut Rontok Setelah Melahirkan

2 (dua) minggu setelah kembali masuk kerja, setelah cuti melahirkan selama 3 (tiga) bulan, rambut saya mulai rontok. Semakin hari jumlah rambut yg rontok semakin banyak dan jejaknya ada dimana-mana. Di lantai, bantal, kasur, baju, bahkan di badan baby Ve... Errrrgh... Horor banget ngeliatnya...

Coba ganti shampo ga ngaruh, jadilah rambut yg bertengger di kepala ini semakin tipis. 2 minggu yang lalu sempet mau potong rambut, yaaah nega-negain diri ga langsung pulang ke rumah, tapi ternyata mas yana si empunya salon langganan (salon YY) lagi pergi. Jadilah saya pulang dengan bawa bakso (kok ga ada hubungannya ya? Hehehehee)

Akhirnya saya belum jadi potong rambut sampe sekarang. Soalnya buat saya, masalah potong rambut itu harus banget dapet momen yang pas. Pas ada niatnya, pas ada waktunya, pas ada model rambutnya, pas ada yang motongnya (penting banget!) dan yang lebih penting lagi pas ada duitnya! Kalo engga mau bayar pake apakah?

Kepo dong saya, ini rontok udah 2 bulan kenapa ga ilang-ilang, masa iya selama saya bekerja sambil tetap menyusui baby Ve rambut saya akan tetap rontok, bisa botak dong! Setelah minta pencerahan sama mbah google, saya dikasih link ke blognya dr. Didi K, SpOG disini

Menurut pak dokter, rontoknya rambut ga ada hubungannya sama sekali sama aktifitas menyusui. Penyebabnya adalaaaa....h perubahan kadar hormon estrogen. Jadi yang namanya rambut itu punya 2 fase selama eksistensinya (bahasa apalah itu), yang pertama fase pertumbuhan atau biasa disebut anagen dan yang kedua fase istirahat yang disebut telogen. Fase anagen berlangsung selama 3 tahun dan diikuti sama fase telogen selama 3 bulan. Tapi ini umumnya aja yah soalnya hal ini bervariasi untuk setiap orang.

Dalam kondisi normal, 85-95% rambut perempuan itu berada pada fase pertumbuhan. Nah waktu hamil, banyak perempuan ngalamin perubahan hormon yang meningkatkan prosentase rambut yang berada pada fase pertumbuhan. Itu sebabnya banyak ibu hamil yang rambutnya bertambah tebal saat hamil.

Setelah melahirkan, hormon kembali berubah. Di masa ini banyak rambut yang akan memasuki fase istirahat. Ini nih yang bikin kerontokan rambut kita lebih banyak dari biasanya. Kerontokan rambut ini biasanya dimulai sekitar 3 bulan setelah melahirkan dan berlangsung selama 1-6 bulan. Umumnya rambut ibu menyusui akan kembali normal setelah 6 bulan.

Kalau kita sedang memasuki masa ini, pak dokter menyarankan hal-hal berikut:
  • Potong rambut agak pendek (bergaya pendek), rambut yg pendek lebih mudah dirawat.
  • Sampo dan kondisioner yang bagus bisa juga membantu mengurangi kerontokan.
  • Hindari menggunakan sisir yang "menarik rambut", agar tidak menambah kerontokannya.
  • Suplemen multivitamin dan mineral bisa juga membantu dan pastikan mendapatkan asupan protein yang cukup.
  • Pengobatan2 dengan herbal juga bisa dicoba.
Baiklah, karena rontoknya rambut ini sudah 2 bulan, berarti tinggal 1 (satu) bulan lagi kan ya... Semangat!!!
Rambut yang rontok saat keramas
Setiap kali menyisir rambut dapet segini...










 23 Agt 2016
Mau update!
Sejak sekitar sebulan yang lalu rambut yang rontok udah ga sebanyak di foto-foto itu hanya tinggal setengahnya bahkan kurang dari itu.
Yippy...!!!   

Selasa, 07 Juni 2016

Vaksinasi Baby Ve

Dimana baby Ve imunisasi?
1. Bidan Sri Mohadi: Suntikan vitamin K dan vaksin hepatitis B (1), polio 0, Hepatitis B (2), polio (1)
2. Posyandu: Polio (PIN), DPT/HB1/Polio2,
3. Puskesmas: BCG, polio 1
4. RS Meilia Cibubur: PCV 1

Biaya imunisasi baby Ve
1. Bidan Sri Mohadi: Ga tau rinciannya, soalnya sekalian mamanya kontrol setelah melahirkan
2. Posyandu: Gratis! Kecuali pertama kali datang diminta sumbangan sukarela untuk KMS (Kartu Menuju Sehat) yang penampakan bagian dalamnya bisa dilihat di bawah.
3. Puskesmas: Rp. 2.000,- ajaaa...
4. RS Meilia Cibubur: PCV 1 totalnya 1.047.285 untuk rinciannya sesuai dengan foto kwitansi ini

KMS: pink untuk perempuan, biru untuk laki-laki
Biaya Vaksinasi PCV Baby Ve
Sebagai ibu yang baik saya memberikan imunisasi untuk anak saya, sebagai ibu yang bijak (yaampun istilahnya) imunisasi wajib saya berikan di Posyandu. Alasannya sederhana: murah dan dekat rumah. Kekurangannya: pengukuran tinggi badan seringkali asal dan pemeriksaan nya kurang menyeluruh. Yaaaah namanya juga gratisan kan ya, apalah yang bisa diharapkan...

Saya sempat terlalu lama bimbang apakah mau memberikan imunisasi wajib saja atau seauai rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) alhasil, terlewatlah jadwal imunisasi rotavirus. Selain itu saya agak bingung sih, imunisasi wajib di posyandu itu sudah termasuk Hib belum ya. Soalnya kalo di KMS-nya baby Ve ga ada tulisan Hib-nya. Tapi hasil brosing sana-sini katanya sudah masuk program imunisasi wajib pemerintah dan diberikan berbarengan dengan DPT combo (vaksin pentavalen).

Waktu imunisasi DPT combo, saya kan sudah masuk kerja, jadi yang bawa baby Ve ke posyandu ya Utinya. Saya sudah minta tolong sama Uti buat tanyain ke bidan di posyandu soal Hib ini kalau ke Posyandu lagi, kalau belum termasuk berarti harus ambil di luar.

Nah, imunisasi tambahan ini yang bikin mama-papanya Baby Ve pusyiiiiiing. Mahal! Semoga oh semoga tahun ini dapet asuransi lagi dari kantor papanya Ve. Kalo ga dapet berarti vaksinasinya pindah dari RS Meilia Cibubur ke Rumah Vaksin (RV) Cibubur. Katanya lebih murah, cuma bayar harga vaksinnya aja. Waktu itu baca reviewnya disini, disini dan disini. Kalo mau info lebih lanjut bisa juga buka link ini 

Okelah, baru tau itu aja, nanti kalo ada perkembangan diupdate lagi ya... :)

16.06.16
Update. Hari ini Uti bawa Ve ke Posyandu. Sesuai permintaan saya, Uti sudah menanyakan perihal Hib, ternyata vaksin ini memang termasuk dalam vaksinasi bersamaan dengan DPT dan istilahnya sudah bukan combo lagi, melainkan pentavalen. 

Oke, fix. Tinggal pusing biaya buat vaksinasi PCV 2 bulan Juli nanti.

Tambahan:
Buat Buibu yang belum punya jadwal imunisasi anak bisa liat foto berikut:
Jadwal Imunisasi Anak sesuai Rekomendasi IDAI

Link Bagus Soal Kehamilan dan Tumbuh Kembang Bayi

Sejak hamil baby Ve, saya jadi rajin (lagi) browsing tentang serba-serbi kehamilan dan bayi. Bermanfaat banget buat mengurangi kegalauan dan nambah ilmu pastiya. Buat temen-temen yang lagi hamil atau punya bayi dan ingin memperdalam ilmunya boleh banget coba akses link-link di bawah ini:
  1. http://arifianto.blogspot.co.id/ blog ini punyanya dr. Arifianto Sp. A atau yang lebih dikenal dengan sebutan dr. Apin, dokter anak yang (menurut apa yang saya baca) ga komersil dan bener-bener peduli soal kesehatan anak, isinya tulisan-tulisan tentang hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan bayi dan anak; penyakit, imunisasi dll.
  2. http://www.idai.or.id/ website nya Ikatan Dokter Anak Indonesia
  3. http://www.bidankita.com/ website ini milik Bidan Yesie Aprillia S.Si.T, M.Kes pas banget buat para Ibu/calon Ibu yang mau melahirkan secara normal, sayangnya saya baru kenalan sama web ini setelah bayi Ve lahir... 
  4. http://www.babycenter.com/ isinya informasi-informasi penting soal kehamilan, melahirkan dan tumbuh-kembang bayi. Agak pe er sih kalo bahasa Inggrisnya pas-pasan.. hehehhee...
  5. http://milissehat.web.id/  
  6. http://infoimunisasi.com/
  7. Apalagi yah... nanti saya tambahin ya kalo udah inget... hihihiiii


Kamis, 02 Juni 2016

Free uber ride

Setelah bujuk rayu gendis, akhirnya saya men-download aplikasi uber. Seperti aplikasi sewa kendaraan yang lain, aplikasi ini mudah digunakan. Jadi, saya masukkan kode voucher dari gendis dan saya mendapatkan free ride untuk penggunaan pertama senilai Rp. 75.000,- horeeee!!! (fakir gratisan)

Nantinya, setelah saya melakukan perjalanan pertama, gendis juga akan mendapatkan free ride senilai Rp. 75.000,-
Hmm... Mirip seperti promo gojek di awal2 kemunculannya yah. Yang membedakan adalah pada aplikasi gojek, nilainya hanya Rp. 50.000,- namun dapat digunakan untuk lebih dari 1x perjalanan.

Saya sih masih menunggu waktu yg tepat untuk menggunakannya, waktu isi dompet saya tipissss.. Hehheee..

Buat teman2 yang baru mau mendownload aplikasi ini boleh banget lho pakai kode voucher saya:
wulank37ue

Ayooo... Kita jalan2 gratissss!!

Rabu, 01 Juni 2016

Breast pump spectra


31.05.16
Ahahahaiii... Akhirnya kebeli juga Spectra 9s, udah sampe di rumah dengan selamat dan ga kurang suatu apa. Belinya lewat tokopedia di cherry baby kids shop. Harganya cukup miring, Rp. 1.495.000 ongkir cuma 9rb pake jne reg, hari ini pesan eh besoknya udah nyampe. Selain itu belanja di Tokopedia bisa cicilan 0% sampai 12 bulan. Mantap!
Spectra ini bukan breast pump idaman saya. Sebenernya saya kepo banget sama philip avent natural comfort, tapi apa daya kantong berkata tidak. Manualnya aja harganya sekitar Rp. 600.000,-  Heheheee...

Sebelum beli, saya sempet galau juga antara beli ini atau malish aria soalnya harga ga jauh beda (bahkan waktu itu malish lebih murah krn lagi promo + bonus coolerbag + free ongkir = Rp. 1.490.000) dan dari sedikit banget review tentang malish, belum ada yg kasih review negatif. Jadi penasaran! Tapi apalah arti penasaran kalau ternyata nanti ga cocok, uangnya malah kebuang percuma. Seperti kata kebanyakan orang, breast pump itu cocok2an.

Selama ini saya pakai spectra handy plus, breast pump manualnya spectra. Hasil pompa ok, ga ada masalah sebenarnya cuman kok tuasnya agak ringkih ya. Pada bagian pertemuan antara corong dengan tuas sudah mulai patah sebelum 3 bulan pemakaian, dan sekarang, di usia pemakaian 4 bulan lebih 3 minggu saya liat sudah ada retakan calon patah... Semoga tidak mengganggu performa yah. Soalnya harga tuasnya Rp. 70.000,- padahal harga 1 set barunya sekitar Rp. 250.000,- mendingan beli baru sih menurut saya.

Karena saya kelamaan galau akhirnya suami saya yg ketok palu. Dia bilang kamu kan udah cocok pakai spectra, udah daripada coba2 yg belom jelas cocok apa engga, mending kamu beli spectra aja. Baiklah pak suami!

01.06.16
Tes tes tes, cek cek cek... Coba coba coba... Saya ga mahir deh!
Percobaan hari pertama saya cuma pakai 1 pompa trus waktu saya nyalain mesinnya dan saya tempelkan si corong ke payudara saya... Kok ga berasa apa2 ya?? Matikan pompa, cabut selang dari back flow preventer, nyalakan mesin, cobain ke tangan ada hisapannya kok. Matikan mesin, selang saya pasang lagi ke back flow preventer, saya coba kencangkan sambungan selang ke back flow preventer, pasang corong ke payudara, nyalakan mesin daaaa....n tetap tidak berasa apa-apa. Duh... Kenapa ya ini...

Akhirnya saya buka manual book, intinya kalau tidak ada hisapan lepaskan semua part dan pasang ulang, pastikan semua terpasang kencang. Ok, sudah! Saya nyalakan lagi mesinnya, dan kali ini berhasil! Hisapannya bisa kita atur yg pas dengan selera kita. Hari pertama ini cuma saya pakai di payudara kiri karena sudah kesiangan hasilnya 115 ml. Produksi asi saya dipagi hari untuk 2 payudara biasanya antara 200-250 ml. Masalah ga ada hisapan itu bener2 ngabisin waktu pagi saya yg ga banyak.

Iyaaa, setelah pumping pagi, saya harus mandi, dandan, nyusuin si kecil trus berangkat ke kantor. Saya bangun jam 4.30 dan berangkat ke kantor jam 6.15.

02.06.16
Hari ini percobaan hari kedua, percobaan pertama menggunakan double pump.
Ngomongin soal ga mahir... Harusnya kan hari ini udah lebih pinter yah makenya?! Ternyata saya itu... Masih belom pinter juga!! Kejadian kemarin terulang lagi lho! Dan kali ini walau sudah dibongkar-pasang, yang 1 masih tetep ga berasa apa2. Hadueh.. Pusying saya! Mana kesiangan, baru bangun jam 5 lagii...

Akhirnya dalam keputusasaan saya mencoba menutup lubang di bagian bawah corong dan tanpa saya sangka... Berhasil!  Asi mulai menetes, dan langsung saja saya masuk tahap expression, ga pake massage2 lagi. Asi saya mengucur deras, hati pun senang karena puas. Bahkan setelah saya pikir kucuran (apalah istilah ini) asi payudara kiri saya akan terhenti, ternyata alirannya menjadi deras lagi. Sayangnya botol sudah penuh dan waktu sudah tidak memungkinkan, jadi aksi pumping terpaksa saya hentikan. Waktu menunjukkan jam 05.45 what?!

Mandi, dandan seada2nya, nyusuin, dan berangkat jam 6.30 lah saya jadinya....
Hasil hari ini berapa?? 265 ml untuk kedua payudara. Horeee...!! Bolehlah joget2nya ga pake jungkir balik...
tuas spectra handy plus yang retak
Spectra Handy Plus tanpa silicon massager dan tutup atas
Spectra 9s dan hasil perahannya (saat payudara tidak teralu penuh)
Kemasan Spectra 9s

Senin, 04 Januari 2016

Biaya Persalinan RS Meilia Cibubur 2015

Berkaitan dengan posting sebelumnya, disini saya share biaya melahirkan di RS Meilia tahun 2015 kemarin, jadi temen2 bisa bandingkan dengan biaya tahun ini.
Rumus perhitungannya sama yah, total biaya persalinan normal atau caesar (biaya operasi sedang) ditambah biaya kamar+visit dokter, ambil saja tulisan tangan di sebelah kanan.
Tabel Perkiraan Biaya Persalinan
Tabel Biaya Kamar dan Visit Dokter
Tabel Biaya Operasi Caesar (Operasi Sedang)

Biaya Persalinan RS Meilia 2016

Hari ini kembali kontrol kehamilan di RS Meilia Cibubur, berhubung sudah ambil  cuti dari kantor bisa deh datang ke RS jam 3 supaya dapet no antrian kecil. Daaaan dapet antrian no 2. Yeay, semoga pak dr. Sanny Santana Sp.OG datang cepat malam ini.
 
Setelah daftar, saya cari info biaya melahirkan tahun 2016 ke bagian billing.
Jadi di rs ini kenaikan biaya dilakukan setiap tanggal 1 Januari, hiks sedihnya, si baby ini due datenya bulan januari, jadi pake harga baru deh. Kemaren sempet ngarep si baby brojolnya maju ke bulan desember biar masih pake harga lama. Tapi apa daya... Si baby masih seneng di perut mamanya... Hahahaa...
 
Engingengggg.... Gubrakk, gabruggg, gabruuukkkk... Ga nyangka sama sekali deh, kenaikan biayanya antara 20-30% dari tahun lalu. Info biaya tahun lalubisa dilihat disini

Lama lah gw menatap layar hp dimana gw mengabadikan biaya persalinan 2016 yang udah membengkak itu. Rasanya gimana gitu yah... Naik kok segitunya amat... Biar ga penasaran, ini gw share biaya terbarunya yah... Biaya persalinan ditambah harga kamar dan visit dokter spesialis. Biaya admin cuma dibayar 1x bukan per malam yah. Trus biaya ini belum termasuk biaya lab dan obat (kalau ada).

Malam ini bakalan diskusi super serius sama pak suami.
Sanggup ga biayanya? Sanggup sih kalo dari awal ketauan jelas-jelas harus caesar misalnya. Tapi yang mengkhawatirkan kan kalo sudah proses melahirkan normal terus ternyata keteu kendala yang bikin harus caesar, biayanya pasti bengkakkkk...

Alternatifnya apa?
Hmmm....
Harga Kamar dan Visit Dokter Spesialis
Tabel Perkiraan Biaya Melahirkan

Selasa, 01 Juli 2014

Andaikan Tahu Sebelum Hamil...

Puji Tuhan kista berukuran sekitar 9 cm yang menyertai kehamilan saya sudah di angkat. Tidak perlu kuatir apakah kista itu akan pecah atau terpuntir seiring dengan pertumbuhan bayi kami. Mungkin kista ini sebenarnya sudah ada sebelum saya hamil karena biasanya kista yang muncul karena kehamilan tidak memiliki ukuran yang terlalu besar dan cenderung mengecil seiring dengan perkembangan janin.

Kalai boleh berandai-andai saya berpikir seandainya saja kista itu kami ketahui sebelum hamil, pasti kami akan memilih jalan alternatif. Lho kok?! Iya... soalnya saya takut operasi, takut dengan proses pemulihan pasca operasi, takut kalau terjadi malpraktik, takut kalau operasi memicu munculnya kista di tempat lain. Terlalu banyak ketakutan yang mungkin bagi sebagian orang dianggap tidak beralasan.

Alasan lain kenapa kami akan memilih pengobatan alternatif adalah karena salah satu teman dekat saya saat kuliah juga menjalani pengobatan alternatif untuk kistanya. Dia sudah menjalani program hamil cukup lama, tubuhnya pun menjadi melar karena konsumsi vitamin dan hormon namun buah hati yang dirindukan tak kunjung datang. Setelah mendapatkan rekomendasi dari rekan kantornya yang juga mengalami kesulitan mendapatkan momongan, datanglah teman saya ini ke pengobatan alternatif di daerah Alam Sutera Tangerang.

Waktu pertama datang, terapistnya bilang kalau teman saya memiliki kista endometrosis, teman saya kaget karena selama program hamil ke dokter, para dokter tidak pernah memberi tahu kalo dia memiliki kista. Ternyata setelah pulang dia menemukan dalam hasil-hasil USGnya memang terdapat kista dan hal itu dituliskan, namun karena para dokter tidak pernah memberi tahu/menjelaskan, maka dia tidak menyadari. 

Akhirnya dia menjalani terapi 2x seminggu. Suaminya hanya diterapi 1 or 2 minggu karena tidak memiliki masalah serius, dia juga coba bawa mamanya dalam salah satu session terapi, tapi terapist justru mengatakan bahwa mamanya tidak perlu datang lagi karena tidak memiliki masalah kesehatan. 

Setelah selama kurang lebih setengah tahun menjalani terapi, akhirnya kistanya pun hilang. Hal ini dibuktikan dari hasil USG dan dimulailah program untuk kehamilan. Dan memang setelah menjalani program hamil, teman saya ini tidak perlu menunggu lama untuk hamil. Walaupun sangat disayangkan bayinya lahir prematur pada usia 26 minggu dan meninggal setelah sekitar 3 hari menjalani perawatan di NICU (Neonatal Intensive Care Unit) pada bulan November 2013.

Semoga segera hamil lagi :)


Karena sekarang saya menjalani kehidupan yang nyata dan bukan bukan pengandaian saya sungguh bersyukur karena saya dapat hamil meskipun memiliki kista berukuran 9 cm. Sejarah per-browsingan saya menunjukkan bahwa kehamilan pada perempuan yang memiliki kista adalah suatu hal yang cukup sulit terjadi terutama pada perempuan yang memiliki kista besar seperti saya. Jadi buat temen-teman yang mengalami kehamilan dengan kista, terutama untuk yang ukuran kistanya di bawah 6 cm berbahagialah kalian, kistanya tidak perlu di angkat karena biasanya akan mengecil seiring dengan pertumbuhan bayi... ^_^

Notes:
Kista dikatakan masuk dalam kategori besar jika ukurannya di atas 5 cm.

Kenapa BPJS Mandiri Ruang Perawatan Kelas 1??

Setelah program BPJS Kesehatan Mandiri disosialisasikan, mendapat informasi dan rekomendasi dari petugas dari 2 (dua) Rumah Sakit Pemerintah, pengalaman pribadi ketika papa saya mengalami kondisi darurat dan saya pelajari melalui brosing sana-sini, maka saya memutuskan untuk ikut serta dalam BPJS Kesehatan Mandiri untuk Ruang Perawatan Kelas 1.

Alasan saya antara lain:
  1. Meskipun kantor memberikan fasilitas asuransi kesehatan untuk rawat inap senilai Rp. 300.000/malam namun fasilitas ini tidak mencakup penyakit/masalah kesehatan yang berhubungan dengan kandungan. Dan Puji Tuhan, ternyata saya mengalami masalah kesehatan yang berhubungan dengan kandungan :)
  2. Biaya bulanan yang sangat murah dengan cakupan perlindungan yang sangat luas bahkan mencakup biaya persalinan. Seberapa murah? Rp. 59.500,- per bulan untuk rawat inap kelas 1 :) Dan belum lama ini saya sudah merasakan manfaatnya ^_^ Bandingkan saja dengan premi asuransi kesehatan swasta untuk perawatan inap kelas 1
  3. Dengan Ruang Perawatan Kelas 1 saya lebih leluasa mendapatkan kamar perawatan karena lebih banyak pilihan. Jika ruang rawat inap kelas 1 penuh, masih ada kemungkinan mendapatkan ruang perawatan di kelas 2 atau 3. Kalau saya menggunakan fasilitas KJS atau BPJS Kesehatan mandiri kelas 3, maka saya hanya memiliki pilihan untuk mendapatkan perawatan di kelas 3 saja, jika kamar yang tersedia hanya kamar dengan kelas di atasnya, maka kita harus melepaskan fasilitas kelas 3 dan membayar penuh biaya untuk kelas di atasnya. Kasus inilah yang kami alami ketika papa saya mengalami peristiwa darurat bulan Maret 2014 yang lalu.
  4. Pelayanan RSUD Pasar Rebo terhadap peserta BPJS Kesehatan tetap sama dengan pasien reguler. Mereka melayani dengan baik dan ramah tanpa membedakan. Ini sangat menyenangkan ^_^
Tapi yang perlu diingat, keuntungan-keuntungan ini bukannya tanpa kelemahan lho... Saya harus mengakui adanya beberapa kelemahan dari program ini, antara lain:
  1. Sebelum bisa berobat ke Rumah Sakit, kita harus mendapatkan surat rujukan dari Puskesmas, dokter keluarga atau Klinik yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan kecuali dalam keadaan gawat darurat bisa langsung ke UGD
  2. Antrian pendaftaran ke poliklinik atau dokter spesialis panjangnya minta ampun :D. Bahkan untuk mendapatkan nomor antrian awal ada pasien yang menginap di rumah sakit atau datang sejak jam 3 pagi. Notes: Yang datang jam 3 pagi sudah mendapat nomor antrian di atas 30.... #yang sakit tambah sakit# Saya sih memilih datang jam 6-an dan itu sudah pasti dapat nomor antrian di atas 400 bahkan nyaris 600 wkwkwkkkk....
  3. Dalam 1 hari hanya bisa menjalani konsultasi di 1 poliklinik. Jadiiiiii kalau penyakit kita membutuhkan konsultasi dari beberapa poliklinik, maka kita harus kembali datang di hari berikutnya
  4. Hmm... apa lagi yah?!

Notes:
  • Pengambilan nomor antrian sebenarnya baru dibuka jam 6 pagi (atau jam 7 yah?!-lupa nanti saya cek lagi). Jadi untuk yang sudah antri dari pagi-pagi buta biasanya diberi nomor antrian sementara untuk ditukarkan ketika mesin antrian sudah beroperasi.
  • Update harga ya, sekarang iuran BPJS Kesehatan untuk ruang perawatan kelas 1 sudah naik menjadi Rp. 80.000,- 

Senin, 30 Juni 2014

Part 1:Kehamilan dengan Kista-Ouch!

Jujur yah, waktu tau kalo hamil hal pertama yang terpikir adalah duh, nanti biaya melahirkan gimana yah? Butuh uang berapa yah? Bisa lahiran normal ga yah? Kalo harus caesar gimana dong ini???

Maklum yah, sebenernya kehamilan ini belum masuk dalam rencana anggaran walaupun ini merupakan kehamilan pertama dalam pernikahan kami yang menginjak bulan ke 10. Sesuai dengan impian sebenarnya hamil setelah menginjak bulan ke 6 tetapi sebelum 1 tahun... :D. Dan sayangnya tidak di-cover juga oleh perusahaan tempat saya dan suami bekerja. Maaf yah nak, perencanaan keuangan papa mama mu ini kurang baik...

Akhirnya demi menekan biaya persalinan, pergilah kami ke bidan untuk memeriksakan kehamilan. Alasannya biaya melahirkan yang relatif murah dan biasanya bidan memiliki "Paket Bidan" pada Rumah Sakit (RS) rujukannya untuk kelahiran yang terpaksa dilakukan secara Caesar. Menurut teman yang pernah menggunakan fasilitas Paket Bidan ini, potongan harga yang diberikan hampir mencapai 50% dari total biaya. *tersenyum lebar*

Kehamilan saya hampir memasuki minggu ke-7 (tujuh) ketika memeriksakan diri ke Bidan Sri Mohadi pada hari Senin, 17 Maret 2014. Namun setelah Ibu Bidan melakukan pemeriksaan, ditemukan adanya pembesaran yang belum waktunya pada perut sebelah kanan saya. Menurut Ibu Bidan kemungkinan pembesaran tersebut adalah kista dan untuk memastikan hal itu perlu dilakukan pemeriksaan dengan USG. Jadwal pemeriksaan dengan USG di Bidan Sri adalah setiap hari Sabtu dengan biaya Rp. 130.000,-. Sedangkan biaya pemeriksaan Bidan pada hari Senin itu adalah Rp. 25.000,-. Baiklah kami pun menunggu.

Pada hari Jumat, 21 Maret 2014 kadar gula papa saya drop sehingga tidak sadarkan diri. Kami pun membawa papa ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Pasar Rebo. Saat itu hari masih gelap, belum jam 6 pagi. Setelah kondisi papa lebih baik, pada jam 8.30 saya dan suami pun minta izin untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Sesuai dengan prediksi Ibu Bidan, Dr. Iwan Satygraha Suprapto, SpOG menunjukkan pada saya dan suami kista yang bersarang di bagian kanan perut saya. Ukurannya termasuk kategori besar di atas 5 cm, tepatnya 9,8 cm. Jenisnya kista coklat-endometriosis. Dokter Iwan mengatakan kondisi ini harus diobservasi, jika mengganggu janin perlu dioperasi. Risiko dari kondisi ini adalah jika kista terpuntir atau pecah maka dapat mengakibatkan kematian pada Ibu. Waks! Panik!

Dokter Iwan pun memberikan kartu namanya, jika kista terpuntir harus segera dibawa ke IGD, jangan coba-coba ditangani sendiri karena bisa memperparah keadaan. Selain itu disarankan juga agar tidak melahirkan di Bidan karena dikuatirkan jika bidan tidak memahami kondisi ini dan melakukan penekanan pada kista justru akan membuat kista pecah. Fiuh... Agak syok tapi berusaha tenang.
Oh iya, janin dalam kondisi sehat, usia kandungan sesuai dengan perhitungan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) yaitu 7 minggu. Biaya pendaftaran dan dokter Rp. 45.000,- sedangkan total biaya pemeriksaan dan USG Rp. 190.000,-.

Bulan berikutnya, tepatnya pada hari Sabtu, 19 April 2014 kami melakukan kontrol ke Bidan Sri sekaligus untuk USG. Kami tidak tahu nama dokter yang melakukan USG tersebut. Menurut hasil USG, diameter kista saya 9,27 cm dan menurut bapak dokter di RSCM kalau mau mencoba melahirkan normal kista harus diangkat ketika usia kandungan antara 14-20 minggu atau bisa diangkat ketika melahirkan sekaligus saat operasi Caesar. Pada usia 11 minggu bayi kami dalam kondisi sehat :D

Hmm.... Saya pun berdiskusi dengan suami saya. Dokter bilang kalau mau mencoba normal-berarti tetap ada kemungkinan saya harus melahirkan dengan operasi Caesar. Daripada harus operasi 2x saya pikir lebih baik sekalian ketika melahirkan saja dengan operasi Caesar. Pertimbangannya kembali ke persoalan awal: biaya!

Saat usia kandungan 14 minggu (Rabu, 7 Mei 2014) saya kembali memeriksakan diri, kali ini ke RSUD Pasar Rebo lagi. Alasan sebenarnya memeriksakan kandungan lebih awal adalah karena saya dan suami akan pergi liburan ke Bali pada hari Minggu, 11 Mei 2014. Kami ingin memastikan bahwa kondisi saya dan kandungan memang dalam kondisi yang memungkinkan untuk melakukan penerbangan. Sesuai dengan rekomendasi sepupu suami, saya ingin berkonsultasi pada dokter Syarif namun ternyata dokter yang saat itu bertugas adalah Dr. Budhi Samodra, SpOG.

Seperti biasa pemeriksaan pun dilakukan dengan USG. Dahi bapak dokter berkerut melihat ukuran kista saya, "Besar ini kistanya... Bisa terpuntir... Bayinya masih kecil banget nih..." Ketika diukur diameter kista kembali berkurang menjadi 8,xx cm namun pak dokter memberikan harga mati bahwa saya harus melakukan operasi pengangkatan kista. *waduh*

Pak dokter berpendapat bahwa ukuran kista terlalu besar untuk dipertahankan sampai bayi lahir. Ia kuatir kista terpuntir atau pecah. Saya mencoba menyanggah, "Tapi kan dok, ukuran kistanya sudah berkurang dari ukuran awalnya yang 9,8 cm sekarang jadi 8,xx cm..."
"Iya.." jawab Dr. Budhi, "tapi posisi kista itu kan tertekan di dalam rongga perut, jadi pengukuran dengan USG hasilnya bisa lebih kecil. Menurut perhitungan saya, ukuran sebenarnya bisa 9-10an cm."
*duh... speechless*

Dokter Budhi langsung mengerjakan form permintaan operasi dan saya diminta melakukan konsultasi ke Anestesi. Saya pun menyelesaikan administrasi dan menandatangani form operasi. Operasi dijadwalkan pada hari Rabu, 28 Mei 2014. Tepat pada usia kandungan 17 minggu.

Panik!
Saya segera menghubungi teman-teman yang memiliki link pada dokter-dokter kandungan. Saya harus mencari pendapat dokter lain. Pikiran saya berkecamuk. Saya ga mau operasi. Takut! Jangankan operasi pengangkatan kista, membayangkan kalau saya harus operasi Caesar saja saya takut...

Teman-teman saya memberikan respon yang baik. Memberikan rekomendasi nama dokter dan Rumah Sakit tempat prakteknya dan... Saya pun bingung... bimbang....

Sekitar 2 (dua) hari berjuang mendapatkan informasi kemana saya harus mendapatkan 2nd atau 3rd opinion, saya lelah, saya pun memutuskan untuk memberi diri saya waktu untuk tenang. Tidak memikirkan soal kista dan operasi. Malam itu saya tidur.

Keesokan harinya dalam perjalanan ke kantor saya berkata pada suami saya, "Sayang... Aku udah mikir... Yaudah lah kalo emang operasi ya operasi aja... Lagian kan mau urus BPJS Kesehatan, udah ga mikirin biayanya..."
Suami saya hanya diam.